mungkin ku kn sulit mencari cinta
cinta yang seindah cintaku padamu
Bagiku kau adalah harta terindah dalam hidup ku
semakin malam hawa semakin dingin
ku tak bisa tidur karna terus menunggumu
menunggumu kembali pada pangkuan ku
Semua begitu indah
Saat-saat bersamamu
Namun kini kaupun hilang entah kemana
meninggalkanku sendirian
tanpa pernah mengirimkan pesan
Telah Pergi !
Posted in
Selasa, 08 November 2011
Mengetahui Cara Belajar Ilmuan Dunia
Posted in
Rabu, 02 November 2011
1) Einstein,
cara berbicaranya pada masa kecil tidak begitu menarik. Kemampuan
berbahasa atau berbicaranya sangat lambat. Melihat kondisi itu orang
tuanya sangat prihatin sehingga ia berkonsultasi dengan dokter.
Karena kemampuan berbicaranya yang lambat membuatnya pernah gagal di
sekolah dan kepala sekolah menyarankan agar ia keluar dari sekolah.
Tentu saja ia memberontak kepada sekolah yang mengusirnya dan
menganggapnya sebagai anak yang sangat bodoh.
2) Thomas Alfa Edison,
ia belajar bagaimana cara menemukan lampu. Sebelum lampu pertamanya
menyala ia melakukan 5.000 eksperimen yang selalu berakhir dengan
kegagalan. Namun cara berpikir yang dimiliki oleh Thomas Alfa Edison
sangatlah positif dan tahan banting, ini membawanya kepada
kreativitas tingkat tinggi.
3) Isaac Newton,
lahir di Woolsthorpe- Lincolnshire,Inggris. Ia adalah seorang
fisikawan, matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiwan, dan
teolog yang berasal dari Inggris. Ayahnya yang juga bernama Isaac
Newton meninggal tiga bulan sebelum kelahiran Newton. Newton
dilahirkan secara prematur; Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya
menikah kembali dan meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya.
4) Charles Darwin
lahir tanggal 12 Februari 1809 di Shropshire, Inggris. Ia anak ke
lima Robert Waring Darwin. Ia belajar sesuai dengan kurikulum
berbahasa Yunani Klasik. Ia tidak memperlihatkan prestasi yang banyak
secara akademik. Kemudian ia mengambil jurusan kedokteran tetapi
tidak banyak memperoleh kemajuan. Untuk itu ia melakukan usaha lain
agar bisa maju. Ayahnya menyarankan Darwin untuk menjadi pendeta dan
belajar di Christ's College untuk belajar teologi. Tetapi ia juga
tidak memperoleh kemajuan, ia malah senang berburu dan permainan
menembak.Ternyata Darwin mempunyai minat dalam mengkoleksi tanaman,
serangga, dan benda-benda geologi. Ia tertarik dengan bakat berburu
sepupunya William Darwin.
Tidak
semua orang memiliki kemampuan berganda yang hebat, Einstein
misalnya pada masa kecil tidak beruntung dengan kemampuan bahasanya,
namun ia mengembangkan kemampuan yang lain. Einstein bisa melejit
pada bidang matematika. Bagi kita, mungkin bisa melejit pada bidang
olah raga, musik, organisasi atau pada bidang lain.
Kesuksesan
seorang anak juga akan terbentuk dengan dukungan orang tua seperti
yang dialami Einstein, atau dukungan tokoh lain seperti yang dialami
oleh Darwin. Tidak mungkin seseorang bisa sukses untuk skala
nasional, apalagi untuk skala internasional kalau mereka tidak betah
membaca. Newton membaca gagasan-gagasan filsuf seperti Descartes dan
astronom seperti Copernicus, Galileo, dan Kepler. Darwin dipengaruhi
oleh pemikiran (buku) Thomas Malthus, nah bagaimana dengan anda ?
Orang bisa sukses karena memiliki karakter tidak mudah putus asa,
Thomas Alfa Edison, misalnya, sangat tahan banting dan tidak suka
mengeluh. Sebelum menemui sebuah lampu pijar yang bisa menyala, ia
harus melakukan 5.000 kali eksperimen di bengkel milik ayahnya.
Bagaimana proses belajar kreatif para ilmuwan berskala internasional ?
Cukup simple
yaitu miliki suatu bakat atau minat dalam bidang ilmu (misal dalam
seni, fisika, kimia, sejarah, ekonomi, geografi, dll), kemudian
kembangkan minat tersebut dengan belajar keras dan lakukan otodidak.
Mintalah dukungan dari orang terdekat, termasuk guru. Miliki karakter
yang tahan banting (tidak suka putus asa dan mengeluh), miliki minat
dan kesenangan membaca yang mendalam untuk menambah wawasan. Untuk
sukses maka diperlukan puluhan, ratusan atau ribuan kali latihan.
Langganan:
Postingan (Atom)









